Bekerja untuk Hidup atau Hidup untuk Bekerja?

Setiap hari kita bekerja. Tapi pernahkah kita bertanya, apa yang sesungguhnya kita cari dalam bekerja? Apakah kita bekerja untuk hidup, atau sebaliknya hidup untuk bekerja? Ada banyak alasan orang bekerja, yakni:

  1. Orang yang bekerja untuk mencari uang.
  2. Orang yang bekerja untuk mencari teman, mencari jodoh, membangun network.
  3. Orang bekerja untuk mencari ilmu, memperluas pengetahuan, menambah pengalaman.
  4. Orang yang bekerja untuk melayani orang lain.

Kebanyakan alasan orang bekerja adalah untuk mencari uang. Dengan demikian, uang telah menjadi sebab, dan bekerja adalah akibat. Orang tidak akan bekerja jika tidak mendapatkan uang.

Meski kebanyakan orang memiliki paradigma seperti ini, paradigma ini jelas keliru. Sebab uang semestinya bukanlah sebab dari bekerja, melainkan akibat yang kita terima dari bekerja. Lantas, apa yang dimaksud dengan bekerja?

Bekerja adalah melakukan sesuatu untuk orang lain. Sementara melakukan sesuatu diri sendiri, bukanlah bekerja, melainkan kata kerja. Semakin besar pelayanan yang kita berikan kepada sesama, semakin besar uang yang dibayarkan kepada kita.

Jadi, bekerjalah yang lebih dulu datang, kemudian barulah uang. Orang yang mengatakan, “Saya bekerja untuk hidup,” semata-mata ingin survive dalam kehidupan. Kalau Anda bekerja untuk hidup, berarti Anda bekerja untuk membiayai kehidupan.

Itu berarti Anda bekerja karena keharusan. Orang yang bekerja karena keharusan tidak mungkin bahagia. Kita perlu menyadari bahwa Tuhan mengirimkan kita ke dunia untuk melakukan sesuatu, yakni untuk melayani orang lain.

Tidak mungkin Tuhan mengirimkan kita ke dunia ini semata hanya untuk dilayani orang lain. Itulah hakikat dari beribadah: bekerja untuk melayani orang lain. Dan hanya dengan itulah, hidup kita bisa bahagia.

Supaya bisa bahagia, kita harus menyelaraskan diri kita dengan alam. Untuk menyelaraskan diri dengan alam, kita harus tahu untuk apa Tuhan menciptakan diri kita. Bekerja memberikan kebahagiaan kalau kita menyadari bekerja adalah melanjutkan tugas Tuhan yang belum selesai.

Segala sesuatu memiliki tujuan penciptaan. Ketika kita diciptakan Tuhan, pasti ada gunanya. Anda diciptakan Tuhan di dunia ini untuk bekerja, untuk berkarya. Berkarya itu untuk orang lain agar hidup kita berguna, bermakna. []

 

Disarikan dari talkshow Smart Happiness “Bekerja untuk Hidup atau Hidup untuk Bekerja?” di radio SmartFM bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional—Leadership & Happiness.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *