Brand New Day

Tahun baru adalah momentum untuk memperbarui diri kita. Banyak orang yang menanti tahun baru untuk memulai kebiasaan yang lama. Tahun berganti, tetapi kita menjadi orang yang sama dengan tahun lalu. Adakah kebiasaan baru yang kita lakukan sejak tahun baru?

“The definition of insanity is doing the same thing over and over again, but expecting different results.” ~Albert Einstein

Jika Anda melakukan hal yang sama di tahun ini, maka tidak akan ada hasil yang berbeda dengan tahun lalu. Jika Anda menginginkan hasil yang berbeda, maka lakukanlah hal yang baru.

Rasa berat untuk melakukan sesuatu merupakan pertanda bahwa itu hal yang penting. Kita sulit keluar dari kebiasaan, padahal kitalah yang membentuk kebiasaan tersebut. Awalnya kita membentuk kebiasaan, selanjutnya kebiasaan itu yang akan membentuk diri kita.

Jika kita melalui tahun baru ini dengan kebiasaan lama, maka kita hanya growing old. Tapi jika kita melalui tahun baru dengan kebiasaan baru, maka kita telah growing up. Untuk mengetahui apakah kita growing old atau growing up, lihatlah masalah yang Anda hadapi tahun ini.

Jika masalah yang kita hadapi tahun ini sama dengan masalah tahun lalu, maka kita hanya growing old. Growing up bukan berarti tidak menghadapi masalah, tetapi menghadapi masalah yang berbeda.

Menghadapi masalah adalah bukti bahwa kita hidup. Masalah harus lebih berat. Jika masalah yang kita hadapi sama, berarti kita tidak naik kelas. Masalah yang berat adalah pengakuan dari alam semesta akan kemampuan diri kita.

Masalah selalu mendatangi orang yang tepat. Masalah akan tinggal pada orang yang tepat untuk diselesaikan.

“The best is the enemy of the good.” ~Voltaire

Banyak orang yang senang berada dalam comfort zone. Padahal comfort zone membuat orang tidak bertumbuh. Ciri orang yang bertumbuh adalah merasakan sakit, growing pain.

Banyak orang yang membuka dan menutup hari dengan buruk. Membuka dan menutup hari dengan baik adalah dengan cara bersyukur.

Bersyukur memiliki dua dimensi: acceptance dan exploration. Hanya menerima, tetapi tidak mengeksplorasi berarti kita belum bersyukur.

Perbadaan bersyukur dengan iri adalah melihat ke dalam dan melihat ke luar. Orang yang bersyukur melihat berkah Tuhan kepada dirinya. Orang yang iri melihat berkah Tuhan pada diri orang lain.

 

Disarikan dari talkshow Smart Happiness “Brand New Day” di Radio SmartFM Network bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional—Leadership & Happiness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *