Calling ≠ Passion

Calling dan Passion adalah dua kata yang sering tertukar. Orang lebih sering menyebut passion daripada calling, karena pemahaman orang terhadap hidup lebih menggunakan kesuksesan, bukan kebahagiaan.”

Demikian yang diungkapkan oleh Arvan Pradiansyah, Happiness Inspirer Indonesia di awal talkshow Smart Happiness yang berjudul “Calling ≠ Passion” pada tanggal 23 Agustus 2013 di Smart FM Network.

Motivator Kebahagiaan dan Managing Director Institute for Leadership and Life Management (ILM) yang akan mengadakan seminar I Love Monday pada tanggal 31 Agustus 2013 ini mengungkapkan, “Passion berbeda dengan Calling. Adapun perbedaannya yaitu, Passion adalah syarat untuk mencapai kesuksesan, sedangkan Calling adalah syarat untuk mencapai kebahagiaan. Kalau sudah menemukan calling maka kita bisa menemukan kebahagiaan. Kemudian, Passion adalah berbicara mengenai apa yang kita sukai, sedangkan Calling, bukan tentang apa yang kita sukai dan inginkan, tapi apa yang Tuhan inginkan dari diri kita. Calling terdiri dari 4 unsur, yaitu Pertama, Talent (sesuatu yang bisa kita lakukan dengan mudah tanpa harus kita pelajari). Kedua, Passion (apa yang kita suka). Ketiga, Value (apa yang ingin kita perjuangkan dalam hidup ini). Dan keempat, Legacy (apa yang  ingin kita wariskan di dunia ini).”

Di akhir talkshow, Penulis buku You Are Not Alone ini menambahkan, “Sesungguhnya yang dicari orang di dunia ini adalah kebahagiaan. Calling adalah yang utama, alasan kenapa kita ada di dunia ini. Kita dikirim ke dunia oleh Tuhan dengan sebuah maksud. Oleh karena itu, Temukan Calling kita agar hidup kita lebih bermakna dan mencapai kebahagiaan yang sejati.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *