Dealing with Uncertainty

“Uncertainty is an uncomfortable position. But certainty is an absurd one.” —Voltaire

Hidup kita penuh dengan ketidakpastian. Apakah besok kita masih hidup? Apakah kita akan lulus ujian? Apakah kita akan memenangkan tender? Apakah cinta kita diterima? Semuanya tidak pasti. Apa pun yang belum terjadi adalah sesuatu yang tak pasti.

Hanya saja ada beberapa kepastian dalam hidup kita, yakni:

  1. Tuhan itu pasti
  2. Ketidakpastian itu pasti
  3. Hukum-hukum Tuhan itu pasti

Namun, ketidakpastian ini justru menjadi berkah bagi kita. Bayangkan apa yang akan Anda lakukan jika Anda pasti lulus ujian? Apakah Anda akan belajar atau tidak? Sebaliknya, seandainya Anda pasti tidak lulus ujian, apakah Anda akan belajar atau tidak?

Tentu, jawaban atas kedua pertanyaan di atas adalah “Tidak”. Anda tidak akan belajar jika Anda pasti lulus atau pasti tidak lulus. Anda tidak akan bekerja keras jika Anda pasti menang tender atau pasti tidak menang tender.

Itu artinya, kepastian membuat kita tidak akan berbuat apa-apa. Sebaliknya, ketidakpastianlah yang membuat kita berbuat sesuatu. Dengan kata lain, kehidupan justru berjalan saat ada ketidakpastian.

Ketidakpastian = Kemungkinan

Jika tidak pasti apakah Anda akan lulus atau gagal dalam ujian, itu berarti ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, Anda lulus. Kemungkinan kedua, Anda tidak lulus. Bahkan bisa jadi ada kemungkinan ketiga, Anda harus mengulang ujian.

Ternyata di balik kata ketidakpastian terdapat banyak kemungkinan. Anda mungkin menjadi apa saja yang Anda inginkan karena adanya ketidakpastian. Itu artinya, Anda harus berusaha mencapai apa-apa yang mungkin bagi Anda.

Untuk mencapai kemungkinan-kemungkinan terbaik, kita harus melakukan tindakan. Seiring berjalannya waktu, Anda melakukan tindakan atau pun tidak, ketidakpastian akan berubah menjadi kepastian. Jadi, lakukanlah tindakan sebelum ketidakpastian itu berubah menjadi kepastian.

Saat kita disergap rasa takut dengan ketidakpastian, itu berarti kita tidak mampu melihat kemungkinan-kemungkinan di balik ketidakpastian tersebut. Padahal, tidak ada ketidakpastian tanpa kemungkinan. Orang yang bahagia adalah mereka yang optimistis dan memandang peluang dan kemungkinan dalam hidup ini.

Sedangkan orang yang tidak bahagia adalah mereka yang pesimistis dan memandang kesia-siaan dalam ketidakpastian. Padangan orang-orang yang tidak mampu membaca peluang dan kemungkinan ini tertutup oleh perkataan, “Sudahlah, buat apa melakukan hal-hal yang tak pasti. Lakukan yang pasti-pasti saja.” []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *