The Gift

“Hidup adalah hadiah. Sayangnya kita sering tidak bisa melihat hadiah tersebut karena kita beranggapan bahwa apa yang kita peroleh memang sudah semestinya, memang sudah hak kita. Padahal kita belum bisa dibilang bersyukur kalau belum melihat hidup ini sebagai hadiah.”

Demikian yang diungkapkan oleh Arvan Pradiansyah, Happiness Inspirer Indonesia di awal talkshow Smart Happiness yang berjudul “The Gift” pada tanggal 8 November 2013 di Smart FM Network.

Motivator Kebahagiaan dan pengisi talkshow “Happiness with Arvan Pradiansyah” di Sindo TV yang disiarkan LIVE setiap Kamis malam pukul 20.00 – 21.00 WIB ini mengungkapkan, “Ada 3 paradigma yang salah, yang membuat seseorang tidak bisa melihat hidup sebagai hadiah, yaitu Pertama, Merasa bahwa segala sesuatu yang diterima/diperoleh saat ini memang  sudah semestinya, sudah sewajarnya, sudah hak kita. Kedua, Hukum sebab akibat. Kita sering beranggapan bahwa apa yang kita dapatkan saat ini sepenuhnya adalah hasil usaha kita sendiri. Sesungguhnya apa yang kita dapatkan adalah hadiah atas izin Tuhan. Ketiga, Tidak menyadari pentingnya keberadaan orang lain. Padahal kita bisa hidup karena pertolongan orang banyak. Dengan paradigma ini, maka kita akan merasa berhutang budi kepada orang lain, dan bisa menerima kekurangan orang lain.”

Di akhir talkshow, Penulis buku Life is Beautiful New Edition ini pun menambahkan, “Hidup yang membosankan adalah hidup yang biasa-biasa. Kita harus menciptakan hidup yang indah, yaitu hidup yang penuh dengan bersyukur. Jika ingin bersyukur atas hidup ini, maka lihatlah orang lain sebagai hadiah, apakah itu suami/istri kita, orangtua, keluarga, teman-teman, dan orang lain yang ada dalam hidup Anda. Dengan demikian, kita akan menghargai keberadaan mereka.  Setelah itu, tantangan berikutnya adalah jadikanlah diri kita sebagai hadiah bagi orang lain.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *