Guilt vs Shame

Dalam hidup kita terdapat dua perasaan yang sering tertukar. Kedua perasaan tersebut merupakan anugerah terbesar dari Tuhan. Kedua perasaan tersebut adalah rasa bersalah dan rasa malu.

Banyak orang yang menganggap bahwa kedua perasaan itu adalah emosi negatif. Padahal, keduanya merupakan alarm yang tertanam dalam diri kita, yang menjadi rambu ketika kita berbuat salah.

Rasa bersalah dan rasa malu adalah dua emosi yang sangat positif. Tuhan menciptakan dua alarm dalam diri kita. Alarm pertama adalah rasa bersalah. Alarm kedua adalah rasa malu. Ketika kita bisa membedakan rasa bersalah dan rasa malu, maka kita bisa menjadi manusia yang seutuhnya.

Rasa bersalah bisa kita rasakan ketika kita melakukan kesalahan dan belum diketahui orang lain. Sedangkan rasa malu baru akan muncul ketika kesalahan tersebut diketahui oleh orang lain.

Tuhan menciptakan rasa bersalah sebagai alarm yang mengingatkan kita ketika kita berbuat salah. Ketika alarm rasa bersalah tersebut kita abaikan, lama kelamaan dia tidak akan berfungsi lagi.

Ketika kita tidak bisa membedakan antara rasa bersalah dan malu, kita tidak akan mencapai kemajuan dalam hidup.

Tuhan mendesain tubuh kita untuk selalu berada dalam lingkaran kebaikan. Ketika kita berbohong, tubuh kita akan memberontak.

Rasa bersalah akan dirasakan oleh siapa pun yang hidup. Orang yang tidak pernah merasa bersalah, adalah orang yang tidak pernah hidup.

Ada dua macam rasa bersalah. Yang pertama adalah rasa bersalah yang natural. Ketika kita  melanggar nilai-nilai universal, maka rasa ini otomatis akan muncul.

Yang kedua, rasa bersalah akibat melanggar nilai-nilai yang ditanamkan, seperti nilai-nilai agama. Seorang pemeluk agama tertentu akan merasa bersalah jika melanggar nilai-nilai yang diajarkan oleh agamanya. Namun, orang yang tidak menganut agama tersebut, tidak akan merasa bersalah ketika melakukan hal yang sama.

Yang sangat memprihatinkan adalah ketika ada orang yang tidak memiliki rasa bersalah dan rasa malu.  Rasa bersalah selalu mengejar-ngejar kita.

Rasa bersalah yang membuat kita berubah. Rasa malu tidak membuat kita berubah, tapi menjadi lebih cerdik.

Marah merupakan cara untuk membantu orang agar cepat sadar. Rasa bersalah dan marah adalah alarm. Rasa bersalah adalah alarm di dalam diri kita. Marah adalah alarm yang berada di luar diri kita.

Rasa bersalah dan rasa malu merupakan rahmat dari Tuhan agar kita menjadi orang yang baik.

 

Disarikan dari talkshow Smart Happiness “Guilt vs Shame” di Radio SmartFM bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional—Leadership & Happiness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *