Heaven Is Here

Surga adalah puncak kebahagiaan yang didambakan oleh setiap orang. Hanya saja banyak orang yang memahami bahwa surga hanya ada di akhirat sana. Mereka lupa bahwa sesungguhnya ada dua surga: pertama, surga di akhirat; dan kedua, surga yang ada di dunia ini, surga yang ada di sekitar kita, yang mungkin kita tidak pernah menyadarinya. Surga adalah endless happiness. Surga adalah di mana kebahagiaan itu tak berkesudahan. Tugas kita adalah menciptakan endless happiness tersebut di dunia ini. Bagaimana kita menjaga ketenangan batin agar happiness kita tidak terputus. Untuk itu, kita harus terus-menerus terkoneksi dengan Tuhan. Tugas kita adalah menjaga happiness level kita agar selalu berada di puncak. Saat kita marah, membenci, maka pada saat itu pulalah happiness kita terputus. Kita tidak mungkin mendapatkan surga di akhirat kalau kita tidak menciptakan surga di dunia ini. Kita tidak akan bisa menciptakan surga di dunia ini jika kita tidak terhubung dengan Tuhan. Dunia adalah kendaraan untuk mencapai akhirat. Contoh surga di dunia: beribadah di malam yang sunyi; berkumpul bersama keluarga, mudik lebaran, menyantap makanan yang enak, atau bahkan tidur setelah lelah bekerja seharian. Ketika kita tidak melihat surga-surga tersebut, sesungguhnya kita telah kufur nikmat. Orang kafir adalah mereka yang menutup diri dari cahaya Ilahi. Kitalah yang menciptakan surga dan neraka di dunia ini. Sementara tugas setan adalah membuat surga kelihatan seperti neraka dan sebaliknya. Di dunia lebih banyak orang-orang yang menarik kita kepada kebencian, mengajak kita kepada neraka. Apa pun yang kita lakukan akan selalu ada konsekuensinya. Bahkan, konsekuensi itu selalu melekat pada pilihan. Ketika kita melakukan dosa, maka kita sesungguhnya sudah memilih konsekuensinya, yakni perasaan terhukum. Kita bukan dihukum karena dosa yang kita lakukan, tetapi kita dihukum oleh dosa yang kita lakukan. Ada empat jenis konsekuensi atau hukum:

    1. Hukum alam yang konsekuensi bersifat langsung saat itu juga. Ketika seseorang melanggar hukum alam, maka alam akan langsung menghukumnya.

 

  • Hukum sosial yang konsekuensinya tidak langsung sepeti hukum alam. Ada time of response.

 

 

  • Hukum formal yang ada di sebuah negara. Hukum ini sangat bergantung pada penegak hukum.

 

 

  • Hukum akhirat yang bersifat pasti, sayangnya masih lama sehingga orang sering mengabaikannya.

 

 

Kalau Anda ingin mencapai surga di akhirat, pilihlah surga di dunia ini. Jadikan dunia sebagai kendaraan untuk mencapai surga di akhirat. Surga yang paling indah adalah kedamaian dalam pikiran, ketika body, mind, and soul kita bersatu. Kebersatuan adalah ciri surga, dan keterpisahan adalah ciri neraka. []   Disarikan dari talkshow Smart Happiness “Heaven Is Here” di Radio SmartFM bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional—Leadership & Happiness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *