Jodoh Pasti Bertemu

Tuhan menciptakan dunia ini secara berimbang. Semua diciptakan berpasang-pasangan untuk saling melengkapi kekurangan. Tuhan menciptakan siang untuk beraktivitas, dan malam untuk beristirahat. Tuhan menciptakan panas untuk mengeringkan, dan hujan untuk mambasahi. Demikian pula Tuhan menciptaka pria untuk mengasihi, dan wanita untuk dikasihi.

Ini adalah bukti bahwa setiap makhluk membutuhkan yang lain. Hanya Tuhan sendirilah yang tidak membutuhkan sesuatu di luar diri-Nya karena Tuhan memiliki kesempurnaan. Ketidaksempurnaan manusia adalah pertanda baik, bahwa ia membutuhkan pasangan untuk “menyempurnakan” hidupnya, dan itulah yang disebut dengan jodoh.

Uniknya, Tuhan tidak menetapkan siapa yang akan menjadi jodoh kita. Tapi Tuhan menetapkan atran mainnya, bahwa orang baik akan berjodoh dengan orang yang baik. Demikian pula sebaliknya. Artinya, jodoh bukan soal siapa orangnya, melainkan soal kualitas.

Dalam jodoh, kita pasti akan bertemu dengan orang yang sekualitas atau sepadan dengan kita karena itulah hukum alam yang ditetapkan oleh Tuhan. Dalam hidup ini terhadap hukum tarik-menarik atau law of attraction, yakni bahwa segala sesuatu akan menarik yang sekualitas dengan dirinya.

Banyak bergaul, dijodohkan oleh orang lain, itu adalah faktor sekunder dan tersier dalam mencari jodoh. Faktor primernya adalah kualitas kita. Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka mau-tidak mau kita harus menjadi baik terlebih dahulu. Sebab, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, orang yang baik hanya akan tertarik dengan orang yang baik juga,

Setiap orang itu akan mendapatkan jodoh yang sama dengan dirinya. Jodoh itu bukan orangnya, tapi kualitasnya, kualitas jelek akan bertemu dengan kualitas jelek, menengah dengan menengah, excellent akan mendapatkan excellent. Dalam jodoh kita akan bertemu yang sepadan dengan kita.

Kita harus mampu menilai diri kita sediri, apakah kita sudah baik atau belum? Sayangnya, kita acap memberikan penilaian yang terlalu tinggi (over value) terhadap diri kita sendiri. Oleh sebab itu, kita membutuhkan masukan dari orang lain tentang seberapa besar “nilai” kita.

Jodoh bukanlah perkara permanen. Oleh karena itu, jodoh harus diperjuangkan, bukan hanya ketika kita mencari pasangan, melainkan juga setelah kita mendapatkan pasangan hidup. Kita dan pasangan kita harus tetap tumbuh dan seimbang. Sebab hanya dengan demikianlah jodoh bisa dipertahankan.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *