Kenapa Orang Korupsi?

“Kenapa orang korupsi? Karena ingin mendapatkan happiness, misalnya supaya kaya, bisa mendapat yang diinginkan, bisa membahagiakan keluarga, dan sebagainya. Ujung dari semua itu adalah karena ingin bahagia. Yang dirasakan secara jangka pendek dengan melakukan korupsi adalah serupa dengan kebahagiaan. Padahal itu bukan kebahagiaan, melainkan pleasure.”

Demikian yang diungkapkan oleh Arvan Pradiansyah, Happiness Inspirer Indonesia di awal talkshow Smart Happiness yang berjudul “Kenapa Orang Korupsi?” pada tanggal 18 Oktober 2013 di Smart FM Network.

Motivator Kebahagiaan dan Managing Director Institute for Leadership and Life Management (ILM) ini mengungkapkan, “Dalam Segitiga Korupsi, korupsi selalu melibatkan 3 unsur, yaitu Pertama, Pressure (tekanan). Pressure tidak selalu sesuatu yang nyata, misalnya: butuh biaya hidup, tapi bisa juga berupa persepsi atau tekanan-tekanan hidup yang dipersepsikan, lebih bersifat keinginan, misalnya: ingin hidup mewah, ingin liburan keluar negeri, dan sebagainya. Kedua, Opportunity (kesempatan). Korupsi terjadi karena adanya kesempatan. Kesempatan itu bermacam-macam, seperti akses, power (kekuasaan), knowledge, dan pendidikan. Hati-hatilah, karena makin tinggi pendidikan dan jabatan Anda, maka makin besar godaaan kesempatan untuk korupsi. Ketiga, Mindset (pola pikir). Ini adalah unsur yang paling berperan. Meski ada pressure dan opportunity, namun jika mindset-nya untuk tidak korupsi kuat, maka semua bisa diatasi. Terkait mindset, ada beberapa pikiran yang sering muncul, yaitu Semua orang melakukannya, Alangkah bodohnya saya jika tidak memanfaatkan kesempatan yang ada, Saya ingin membahagiakan keluarga, dan Saya tidak merugikan siapapun.”

Di akhir talkshow, Penulis buku Life is Beautiful New Edition ini menambahkan, “Korupsi bukan cuma soal uang, tapi bisa juga waktu, pekerjaan, atau cinta. Korupsi adalah mengambil sesuatu yang bukan hak kita. Korupsi memperlihatkan mental kekurangan. Untuk itu, hindarilah korupsi. Sadarilah bahwa hidup ini sesungguhnya adalah memberi, inilah  yang membuat kehidupan berjalan. Mengambil hanya akan mendapatkan kesenangan. Memberi akan mendapatkan kebahagiaan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *