On Diversity: The Happiness Perspective

“What diversity ‘problem’? Diversity creates one and only one thing: opportunity.” —Tom Peters

Perbedaan adalah ciptaan Tuhan. Orang yang tidak suka dengan perbedaan berarti tidak suka dengan ciptaan Tuhan. Ciptaan mewakili penciptanya. Perbedaan yang ada di dalam semesta ini menunjukkan betapa luasnya kekuasaan Tuhan. Dengan kata lain, keragaman menggambarkan kebesaran Tuhan.

Ada 4 level manusia dalam menyikapi perbedaan:

  1. Membenci perbedaan. Pada level ini, pikiran (mindset) dan perilaku (behavior) seseorang menolak perbedaan. Mereka berupaya untuk menghancurkan perbedaan tersebut.
  2. Tidak menerima perbedaan. Orang yang mengakui bahwa perbedaan itu ada, tapi cenderung untuk menghindari perbedaan.
  3. Menghormati perbedaan. Pada level ini, Menerima dan mengakui perbedaan.
  4. Merayakan perbedaan. Ini adalah level tertinggi. Kita bukan hanya menerima dan mengakui perbedaan, tetapi merayakannya, merasa gembira karena adanya perbedaan.

Dunia tidak akan berjalan tanpa ada perbedaan. Justru dengan perbedaan itulah dunia terus berputar hingga hari ini. Oleh karena itu, perbeaan perlu kita syukuri sebagai rahmat dari Tuhan, bukan sebaliknya dihindari atau bahkan dihancurkan.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang terdiri dari belasan ribu pulau, ratusan suku, dan ratusan bahasa. Perbedaan itu semua merupakan aset bangsa ini. Kita kaya karena memiliki banyak perbedaan.

Yang kita cari sesungguhnya bukanlah kesamaan (sameness), tapi kesatuan (oneness). Kita boleh berbeda, tetapi harus memiliki satu tujuan. Inilah memaknai perbedaan secara spiritual. Kita berbeda menuju satu kesatuan, dan itu adalah Tuhan.

Perbedaan menunjukkan bahwa setiap orang berkontribusi bagi dunia ini. “If everyone is thinking alike, then somebody isn’t thinking.” – George S. Patton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *