Orang Religius atau Orang Spiritual?

“Masyarakat kita sering dikatakan masyarakat yang religius, tetapi masih banyak hal yang tidak menggambarkan sikap orang religius seperti halnya, kasus korupsi yang marak terjadi. Ini yang membedakan orang religius dan orang spiritual.”

Demikian yang diungkapkan oleh Arvan Pradiansyah, Happiness Inspirer Indonesia di awal talkshow Smart Happiness yang berjudul “Orang Religius atau Orang Spiritual?” pada tanggal 8 Februari 2013 di Smart FM Network.

Managing Director Institute for Leadership and Life Management (ILM) ini juga mengungkapkan, “Ada 5 perbedaan antara orang religius dengan orang spiritual, yaitu Pertama, orang religius mengangap Tuhan itu ada, sedangkan orang spiritual menganggap Tuhan itu hadir. Kedua, orang religius merasa lebih suci daripada orang lain, sedangkan orang spiritual menganggap semua orang setara, serta mengakui kelebihan & kekurangan orang lain. Ketiga, orang yang religius mudah melihat perbedaan, sedangkan orang spiritual mudah melihat persamaan. Keempat, orang yang religius hanya mementingkan simbol-simbol, pakaian, dan lain sebagainya, sedangkan orang yang spiritual mementingkan esensi, hakekat dan makna. Kelima, orang religius baik dalam urusan ibadah saja, sedangkan orang spiritual baik dalam semua urusan.”

Penulis buku You Are Not Alone ini menambahkan, “Pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan. Kalau ada ajaran agama mengajarkan ketidakbaikan, itu adalah agama palsu. Orang yang spiritual sadar bahwa diutus Tuhan di dunia ini karena sebuah maksud. Apakah Anda sudah menjadi orang yang spiritual?, karena dengan menjadi orang yang spiritual akan membuat kita menjadi bahagia.”

One comment

  1. Religius dan Spiritual memang sama pentingnya, walaupun beda dalam arti dan manfaat.
    At least we have a good foundation of life
    God knows what will we do and God also knows what happened in our heart.
    Wassalam..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *