Positive Emotion Series: Gratitude

Saat kita merasa tidak punya masalah, kita cenderung “lupa” pada Tuhan. Kita merasa bisa menjalani hidup ini sendiri tanpa campur tangan Tuhan. Namun, saat hidup kita mulai diterpa cobaan, kita baru ingat pada-Nya.

Kecenderungan manusia adalah membutuhkan Tuhan “hanya” di saat-saat memiliki masalah dalam hidup. Sebaliknya, di saat hidupnya berjalan tanpa masalah, manusia lupa untuk bersyukur. Padahal, hidupnya yang tanpa masalah itu adalah hal yang patut untuk disyukuri.

Mengapa manusia sulit bersyukur saat hidupnya baik-baik saja? Karena ketidakmampuannya melihat hal yang kecil. Padahal, orang yang bersyukur harus mampu melihat yang kecil. Kecenderungan manusia adalah melihat yang besar. Itu pun masih ada manusia yang tidak mampu melihatnya.

Bayangkan, ketika kita bangun tidur saja, kita sudah bisa membuka dua hadiah dari Tuhan, yakni kedua mata kita. Bagi orang yang spiritual, kedua mata ini adalah hadiah besar dari Tuhan. Bagi orang yang spiritual, tidak ada hal kecil di dunia ini. Tapi bagi kebanyakan orang, itu adalah hal yang kecil.

Banyak juga orang yang merancukan bersyukur dan berterima kasih. Bersyukur memiliki dimensi yang lebih dalam daripada berterima kasih. Bersyukur adalah menerima dan mengeksplorasi apa yang ada pada diri kita.

Ada beberapa tipe orang dalam bersyukur:

  1. Orang yang tidak mampu bersyukur terhadap segala hal yang ada pada dirinya. Ini adalah orang yang paling menderita.
  2. Non-gratitude. Orang yang tidak mengeluh, namun mengabaikan hal-hal yang patut disyukuri dalam dirinya.
  3. Feeling grateful. Orang yang merasa bersyukur ketika ada hal-hal besar yang terjadi pada dirinya.
  4. Being grateful. Orang yang mampu mensyukuri semua hal yang ada pada dirinya. Tidak ada hal kecil yang luput dari perhatian orang yang being grateful.

Bersyukur bukanlah kecenderungan manusia. Kecenderungan manusia adalah mengeluh. Tapi, mengeluh akan membuat kita menderita. Oleh karena itu, kita perlu bersyukur. Karena bukan kecenderungan alami manusia, maka bersyukur perlu dilatih. Kita harus berpikir sebelum bersyukur. Thinking is thanking.

Hambatan terbesar dalam beryukur adalah perasaan berhak atau sense of entitlement. Semakin besar sense of entitlement, semakin kita merasa ingratitude. Dan kita tidak akan pernah merasa bahagia.

Orang yang bahagia adalah orang yang selalu melihat apa yang diberikan kepadanya adalah hadiah, gift.

 

Disarikan dari talkshow Smart Happiness “Positive Emotion Series: Gratitude” di Radio SmartFM bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional-Leadership & Happiness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *