Positive Emotion Series: Hope

Setiap kita pasti pernah mengalami terjatuh dalam hidup hingga ke titik nadir. Saat itu, mungkin sebagian kita merasa seperti berada di dalam kegelapan, tanpa setitikpun cahaya.

Kondisi ini menggoda kita untuk berputus asa. Kita tidak mampu melihat secercah harapan di dalam kegelapan. Hope adalah keyakinan kita bahwa selalu ada harapan. Harapan adalah masalah kemampuan melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh banyak orang.

Kebanyakan orang hanya bisa melihat apa yang terlihat. Mereka hanya bisa melihat dalam situasi yang terang benderang. Orang yang memiliki hope adalah mereka yang mampu melihat dalam kegelapan.

Mereka melihat menggunakan mata batin karena selalu terkoneksi dengan Sang Pemberi Harapan, Tuhan Yang Maha Kuasa. Orang-orang yang mampu melihat apa yang tidak terlihat adalah orang yang spiritual.

Di dunia ini sesungguhnya lebih banyak hal yang tidak terlihat dibandingkan dengan hal yang terlihat. Dalam sebuah perusahaan, misalnya, aset tidak hanya benda-benda yang terlihat (tangible), tapi juga yang tidak terlihat (intangible) seperti pengetahuan, gagasan, talenta, pengalaman, dan lain-lain.

Bahkan, aset intangible biasa jauh lebih berharga ketimbang aset tangible.

Orang yang spiritual adalah orang-orang yang mampu melihat hal-hal yang intangible. Ini sekaligus menunjukkan tingkat keimanan seseorang. Orang yang beriman bukanlah orang yang sering melakukan ritual agama tertentu, melainkan orang yang percaya bahwa selalu ada harapan meski tengah berada di kegelapan.

 

Disarikan dari talkshow Smart Happiness “Positive Emotion Series: Hope” di Radio SmartFM bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional-Leadership & Happiness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *