QnA: Are You A Winner?

Apa makna kalimat ‘minal aidin wal faizin’ yang sering kita dengar di hari raya Idul Fitri?

Kalimat ‘minal aidin wal faizin’ merupakan doa yang secara harfiah berarti ‘semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang kembali dan memperoleh kemenangan’.

 

Apa yang dimaksud dengan orang-orang yang kembali?

Kembali kepada fitrah. Fitrah manusia adalah suci, tak berdosa, dan selalu berada di dalam lingkaran kebenaran. Namun, dalam perjalanan hidup, sebagian manusia keluar dari fitrahnya karena menjadikan keinginan-keinginan dalam diri mereka sebagai tuhan-tuhan baru.

 

Bukankah keinginan itu tidak selamanya buruk?

Benar, bahkan keinginanlah yang menjadikan kita manusia-manusia yang hebat. Yang dimaksud dengan menjadikan keinginan-keinginan sebagai tuhan-tuhan baru adalah memperturutkan keinginan dengan mengabaikan nilai-nilai kebaikan, atau dengan kata lain menghalalkan segala cara.

 

Lantas, bagaimana cara mengendalikan keinginan-keinginan kita agar tidak menarik kita keluar dari lingkaran kebaikan?

Berpuasa. Berpuasa adalah cara kita untuk belajar mengendalikan keinginan-keinginan kita agar menjadi keinginan yang bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang banyak.

 

Apa yang dimaksud dengan orang-orang yang menang?

Menang karena kita berhasil mengalahkan sesuatu. Sesuatu yang kita kalahkan adalah situasi negatif. Ketika kita berhasil mengalahkan diri kita sendiri di dalam situasi negatif yang hendak menyeret kita keluar dari lingkaran kebenaran, maka kita sesungguhnya telah menang. Sebaliknya, jika situasi negatif itu justru menyeret kita keluar dari lingkaran kebenaran, maka kita sesungguhnya sedang kalah.

 

Jadi, kalah dan menang itu bersifat sementara?

Ya, kemenangan bukanlah status permanen yang kita sandang. Kemenangan bersifat temporer. Boleh jadi menit ini kita menang (melawan diri kita sendiri dan situasi negatif), di menit berikutnya kita terperosok dalam jurang kekalahan.

 

Bagaimana cara mempertahankan kemenangan tersebut?

Sadari bahwa situasi buruk yang kita hadapi sesungguhnya adalah momentum kemenangan buat kita. Tetaplah berbuat baik meski orang lain tidak berbuat baik kepada kita. Tugas kita adalah menjadi orang baik, terlepas dari situasi yang mengelilingi kita. Jika itu berhasil kita lakukan, maka kita termasik ke dalam orang-orang yang menang.

 

QnA di atas disarikan dari talkshow Smart Happiness “Are You A Winner?” di Radio SmartFM bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional—Leadership & Happiness. Jika Anda memiliki pertanyaan yang belum terjawab, silakan tinggalkan komentar di bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *