QnA: Dealing with Disappointment

Mengapa kita memiliki perasaan-perasaan yang buruk, seperti marah, sedih, kecewa, dan sebagainya?

Tidak ada perasaan yang buruk. Semua perasaan itu baik, dan dianugerahkan Tuhan kepada kita agar kita memahami apa yang telah terjadi pada diri kita, dan tindakan apa yang perlu kita lakukan.

 

Termasuk perasaan kecewa?

Ya, perasaan kecewa juga anugerah dari Tuhan kepada kita, yang menunjukkan bahwa ekspektasi kita melampaui apa yang menjadi kenyataan. Kita kecewa karena kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan.

 

Bagaimana dengan perasan sedih?

Sama dengan perasaan kecewa, perasaan sedih juga anugerah dari Tuhan. Berbeda dengan kecewa yang muncul karena kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan, perasaan sedih muncul karena kita mendapatkan apa yang tidak kita harapkan.

 

Saat merasa kecewa, apa yang perlu kita lakukan?

Pertama, syukuri bahwa Anda masih bisa merasa kecewa. Itu artinya indikator-indikator emosional dalam diri Anda masih berjalan dengan baik. Kedua, nikmati rasa kecewa itu. Tidak perlu terburu-buru move on. Pelajari apa ekspektasi Anda yang melampaui kenyataan. Lepaskan sense of entitlement dari ekspektasi Anda, kemudian barulah move on.

 

Apa itu sense of entitlement?

Sense of entitlement adalah rasa berhak. Ketika seseorang dihinggapi rasa berhak atas sesuatu, kemudian itu tidak terjadi, maka yang muncul adalah perasaan kecewa. Selama masih ada rasa berhak tersebut, maka selama itu pulalah rasa kecewa menyergap diri seseorang. Agar kita bisa move on, turunkan rasa berhak tersebut.

 

Bagaimana cara menurunkan rasa berhak atau sense of entitlement tersebut?

Miliki karakter berserah. Serahkan kepada Tuhan apa pun yang akan terjadi pada diri Anda, maka Anda akan menurunkan rasa berhak dalam diri Anda. Pahami, berserah dilakukan di awal setiap perbuatan kita, dan ikhlas di akhirnya. Ikhlas dalam arti melepaskan, bukan menerima. Ikhlas melepaskan sesuatu yang memang bukan diperuntukkan Tuhan untuk kita.

 

Apa contoh tindakan konkret dari berserah?

Tindakan konret dari berserah adalah bersiap. Bersiap untuk menang, dan bersiap untuk kalah dalam setiap kompetisi yang kita jalani. Lakukan itu di awal kompetisi, bahwa kita bersiap untuk melepaskan kemenangan kepara orang yang lebih berhak.

 

QnA di atas disarikan dari talkshow Smart Happiness “Dealing with Disappointment” di Radio SmartFM bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional—Leadership & Happiness. Jika Anda memiliki pertanyaan yang belum terjawab, silakan tinggalkan komentar di bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *