QnA: Home

Apa yang melatari orang-orang berbondong-bondong pulang ke kampung halaman mereka saat lebaran?

Kerinduan. Kerinduan akan asal-usul mereka. Kerinduan akan tempat yang bisa memberikan kehangatan kepada mereka. Itulah yang disebut dengan home dalam bahasa Inggris. Sesuatu yang dirindukan.

 

Apa bedanya home dengan house?

House adalah (bangunan) fisik. Home adalah di mana jiwa kita merasa tenteram (spiritual). Banyak orang yang memiliki house, tetapi tidak memiliki home. Sebaliknya, ada pula orang yang tidak memiliki house, tapi memiliki home.

 

Bisa diperjelas perbedaan antara home dan house?

Ada empat perbedaan antara house dan home. Yang pertama, house adalah lambang kesuksesan, sementara home adalah lambang kebahagiaan. Kedua, house bisa dibeli dengan uang, sementara home tidak bisa dibeli dengan uang. Ketiga, house adalah sesuatu yang selalu dicari, sementara home adalah sesuatu yang selalu dirindukan. Yang terakhir atau yang keempat, house dibuat dari material bangunan: batu bata, kayu, semen, pasir, dan lain-lain, sementara Home dibangun dari cinta.

 

Bagaimana mengubah house menjadi home?

Tumbuhkan cinta di dalamnya. Maka house akan menjadi home. Sebagus dan semewah apa pun house seseorang, jika tidak ada cinta yang bersemi di dalamnya, itu tidak akan pernah menjadi home. Rumusnya sederhana, House + Love = Home. House – Love = Hell.

 

Apakah itu berarti selama ada cinta, di mana pun kita berada, itu akan menjadi home buat kita.

Tepat sekali. Home adalah tempat di mana kita bisa menumbuhkan cinta. Sejauh kita memiliki cinta, di mana pun kita berada, kita merasa seperti di rumah.

 

Apa ciri-ciri sebuah tempat telah menjadi home buat kita?

Ada tiga ciri sebuah tempat adalah home bagi kita. Yang pertama, ada sebuah emotional connection. Ada keterikatan emosional dengan tempat itu. Apakah itu rumah kita yang dulu, rumah yang sekarang, atau bahkan bukan keduanya? Di sana ada memori yang dikenang. Kedua, kita memiliki sense of comfort dan sense of secure. Di dalam home kita merasa aman dan nyaman. Kita bebas mengekspresikan diri kita apa adanya. Dalam home kita tidak perlu pencitraan yang menguras energi. Ketiga, we feel in control. Kita merasa memiliki kendali di rumah. Kita bisa melakukan apa yang kita mau, bisa mengambil keputusan tanpa beban.

 

QnA di atas disarikan dari talkshow Smart Happiness “Home” di Radio SmartFM bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional—Leadership & Happiness. Jika Anda memiliki pertanyaan yang belum terjawab, silakan tinggalkan komentar di bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *