QnA: Mugkinkah?

  • Mengapa kita hanya berbicara soal kemungkinan?
  • Sebab kita tidak mungkin bicara soal kepastian. Kepastian adalah urusan Tuhan. Urusan manusia hanyalah kemungkinan.
  • Betapa tidak enaknya hidup tanpa kepastian! Semuanya serba tidak pasti.
  • Anda keliru. Nama lain dari ketidakpastian adalah kemungkinan. Semuanya serba mungkin.
  • Lantas, apa perbedaan ketidakpastian dan kemungkinan?
  • Sudut pandang. Orang-orang pesimistis memandang segala sesuatu itu tidak pasti, sementara orang-orang optimistis memandang segala sesuatu itu mungkin. Anda pilih yang mana? Menjadi orang pesimistis atau optimistis dalam menghadapi hidup?
  • Bukankah Tuhan bisa saja memberikan kepastian kepada manusia? Mengapa itu tidak dilakukan-Nya?
  • Betul, Tuhan Maha Segala Sesuatu. Ada hikmah besar di balik tidak diberikannya kepastian kepada manusia. Salah satunya, kepastian membuat manusia menjadi enggan berusaha, kehilangan harapan, dan lupa untuk bersyukur.
  • Dengan kepastian, bukankah hidup manusia menjadi lebih tenteram?
  • Betul, sebagai contoh, jika Anda seorang pelajar, dan Anda pasti lulus ujian. Apakah Anda akan belajar? Apakah Anda akan mengerjakan pekerjaan rumah? Tentu tidak. Buat apa belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah, toh, Anda pasti lulus. Anda akan bersantai-santai dan tidak melakukan apa-apa untuk pengembangan diri Anda. Apakah itu yang dimaksud dengan ketenteraman? Mungkin, tapi bukan itu tujuan Anda diutus ke dunia oleh Tuhan.
  • Bagaimana dengan ketidakpastian? Maaf, maksud saya kemungkinan?
  • Anda seorang pelajar, yang mungkin lulus atau gagal dalam ujian. Apa yang akan Anda lakukan? Anda akan belajar dengan giat, mengerjakan pekerjaan rumah, berdiskusi, membaca, dan sebagainya. Anda akan tumbuh menjadi siswa yang lebih baik daripada Anda yang kemarin, dan seterusnya. Selain itu, di dalam diri Anda akan muncul pengharapan, berdoa kepada Tuhan, dan ketika Anda lulus ujian, Anda akan bersyukur dan merasa bahagia.
  • Jadi, Tuhan tidak memberikan kepastian kepada manusia agar kita senantiasa mengembangkan diri, dan meningkatkan keimanan kita kepada-Nya?
  • Anda sudah menemukan maksud Tuhan di balik sesuatu. Anda sudah menemukan hikmah, dan menjadi manusia yang spiritual karena mampu melihat apa yang tidak terlihat.
  • Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan dalam hidup?
  • Tugas kita hanya satu: memperbesar area kemungkinan tersebut dengan meningkatkan diri. Ketika Anda menginginkan sesuatu (dan semua keinginan manusia tentulah hal yang baik—paling tidak bagi dirinya sendiri), maka tugas Anda adalah memperbesar kemungkinan untuk meraihnya. Dan jangan lupa, teruslah berdoa dan mendekatkan diri kepada-Nya.

 

Kumpulan tanya jawab di atas disarikan dari talkshow Smart Happiness “Mungkinkah?” di Radio SmartFM, Jumat, 8 Maret 2019 bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional—Leadership & Happiness.

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai ‘kemungkinan’ yang belum terjawab, silakan tulis di kolom komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *