Salah Pilih

Salah pilih seringkali menimbulkan penyesalan. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna. Agar kita bisa mencegah sesal tak berguna, atau minimal hanya mengalami sesal dahulu pendapatan, kita perlu memiliki kemampuan untuk berimajinasi, atau membayangkan apa yang akan terjadi.

Untuk mengetahui bahwa pilihan kita sudah benar, kita bisa melihat dari tanda-tanda yang kita rasakan, yakni hidup merasa aman, tentram, penuh rasa syukur, dan merasa mencapai apa yang kita inginkan. Kalau itu sudah kita rasakan, maka pilihan kita sudah benar. Berhasil belum tentu benar dalam memilih. Contohnya pencuri. Pencuri mungkin merasa berhasil jika sudah mencuri. Tapi ia tidak memiliki rasa tenang dan bersyukur.

Bila sudah terlanjur salah pilih, tidak perlu disesali. Pertanyaan dalam kesalahan adalah bukan “mengapa”, tapi “apa yang bisa saya lakukan”, dan ”bagaimana saya melakukan itu”. Kalau hanya menyesali, kita akan rugi 2 kali: salah pilih, dan menyesal seumur hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *