Are You Satisfied?

“Berbicara mengenai kepuasan (satisfaction) kita seringkali hanya fokus pada moment-moment kecil. Padahal kepuasan harus meliputi hidup secara keseluruhan agar tercipta kebahagiaan (happiness). Happiness sifatnya permanen, sedangkan kepuasan sifatnya sesaat.”

Demikian yang diungkapkan oleh Arvan Pradiansyah, Happiness Inspirer Indonesia di awal talkshow Smart Happiness yang berjudul “Are You Satisfied ?” pada tanggal 28 Februari 2014 di Smart FM Network.

Motivator kebahagiaan dan Managing Director ILM ini mengungkapkan “Life Satisfation adalah indikator terpenting dalam Happines. Karena Life Satisfaction berbeda dengan Satisfaction, Life Satisfaction adalah kepuasan yang menyeluruh sedangkan satisfaction adalah kepuasan yang sesaat dan hanya pada momen – momen tertentu. Life satisfaction berbanding terbalik dengan keinginan sedangkan Satisfaction berbanding lurus dengan keinginan. Rumus dari Life Satisfaction adalah Enjoying : Wanting. Kepuasan hidup itu sejatinya adalah dengan menikmati apa yang kita miliki bukan fokus terhadap apa yang kita inginkan karena semakin banyak yang kita inginkan maka semakin berkuranglah kepuasan hidup kita karena ketika kita memiliki banyak keinginan namun kenyataannya tidak terwujudkan maka itu akan menurunkan kepuasan dalam hidup kita. Konsep hidup itu ada dua yaitu konsep memiliki (Sukses) dan konsep menikmati (Happiness) dan ketika Anda memiliki tanpa menikmati maka sesungguhnya Anda tidak memiliki. Untuk mendapatkan Life Satisfaction kita harus mengingat bahwa kita bukan hanya makhluk fisik, namun juga makhluk spiritual, karena kepuasan yang sejati adalah kepuasan spiritual yaitu dengan menikmati apa yang telah dimiliki.”

Di akhir talkshow, Penulis buku best seller You Are A Leader  yang juga akan menyelenggarakan Public Workshop “You Are A Leader” pada tanggal 19 Maret 2014 ini menambahkan “Kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Karena kebutuhan itu sifatnya terbatas sedangkan keinginan itu sifatnya tidak terbatas untuk itu kita harus terfokus kepada hal – hal yang hanya kita butuhkan bukan yang kita inginkan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *