Siapa Pahlawanmu?

Secara etimologi, kata pahlawan berasal dari bahasa Sanskerta  phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) kebaikan bagi orang lain. Dengan kata lain, seorang pahlawan adalah orang baik, yang kebaikannya dirasakan oleh orang lain.

Definisi orang baik sendiri adalah orang yang selalu berbuat baik, apa pun keadaannya. Orang yang hanya berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada dirinya, tidak dapat dikatakan sebagai orang baik.

Berangkat dari pengertian di atas, maka siapa pun sebenarnya bisa menjadi pahlawan. Dengan melakukan sesuatu yang bermakna bagi  orang lain, maka seseorang bisa dikatakan sebagai pahlawan bagi orang yang merasakan buah perbuatan baiknya tersebut.

Semakin banyak orang yang merasakan buah kebaikan tersebut, maka semakin besarlah kepahlawanan seseorang. Dalam melakukan kebaikan, seorang pahlawan tidak memikirkan apakah dia akan memperoleh manfaat dari perbuatannya tersebut.

Kalau kita melakukan kebaikan kecil terus-menerus, kebaikan itu akan membesar, dan menjadi legacy kita. Seorang pahlawan berbuat baik bukan untuk mendapatkan kebaikan kembali dari orang lain.

Jika kita hanya melihat apa yang kita dapat setelah berbuat baik, maka kita telah mendegradasi kemuliaan diri kita sendiri. Ketika kita hanya berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita, apakah kita layak disebut sebagai orang baik?

Setiap orang sesungguhnya merindukan sesuatu yang baik, yang sempurna, yang merupakan gambaran kerinduannya akan Tuhan.

Rangkaian hidup kita sejak lahir hingga nanti menghadap Tuhan bisa dianalogikan seperti film. Pertanyannya, siapa yang menjadi hero dalam film perjalanan hidup kita? Jawabannya tentu saja diri kita sendiri.

Pahlawan juga adalah orang yang mendahulukan kepentingan orang lain, seperti yang dicontohkan oleh Antonius Gunawan Agung, yang bekerja di Air Traffic Control pada peristiwa Gempa di Palu, dan Syahrul Anto, penyelam yang gugur saat mencari korban kecelakaan pesawat terbang Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat.

Antonius Gunawan Agung dan Syahrul Anto rela mengorbankan jiwa mereka demi orang lain.

Untuk menjadi pahlawan di era milenial, kita harus memiliki tiga kriteria, yakni:

  1. Memiliki wawasan kebangsaan. Sejarah bangsa kita dimulai pada tahun 1945, yang menyepakati bahwa Pancasila dan NKRI sebagai harga yang tidak bisa ditawar.
  2. Memiliki karakter berani, peduli, dan mau berkorban. Ketiga karakter ini kini semakin langka.
  3. Menguasai media sosial. Dengan media sosial, kita bisa memperluas cakupan kebaikan yang kita lakukan.

 

Disarikan dari talkshow Smart Happiness “Siapa Pahlawanmu?” di Radio SmartFM bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional—Leadership & Happiness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *