Takdir vs. Nasib

Manusia memiliki kecenderungan untuk tidak bertanggung jawab. Hal ini terlihat ketika seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendaknya, ia mengarahkan jari telunjuknya keluar.

Jari telunjuk yang mengarah keluar merupakan simbol bahwa dirinya tidak bertanggung jawab, melainkan pihak lain di luar sana. Apakah pihak lain itu keadaan, orang lain, bahkan Tuhan.

Ketika seseorang menyalahkan takdir atau nasib, maka sesungguhnya dia telah menyalahkan Tuhan.

Tuhan telah memberikan anugerah terbesar kepada manusia berupa kebebasan untuk memilih (freedom to choose). Setiap pilihan manusia akan berbuah konsekuensi, baik itu positif maupun negatif.

Memang ada hal-hal yang berada di luar pilihan manusia, hal yang diluar kendali manusia, dan inilah yang disebut dengan takdir. Takdir adalah sesuatu yang uncontrollable.

Contoh takdir adalah seseorang terlahir sebagai laki-laki atau perempuan, terlahir dari pasangan orang tua yang berasal dari suku mana, dan seterusnya. Semua itu diluar kendali kita. Semua itu merupakan takdir, pemberian dari Tuhan yang harus kita syukuri sebab Tuhan memiliki skenario yang panjang atas takdir-Nya.

Berbeda dengan takdir yang uncontrollable, nasib berada di tangan kita atau controllable. Apa yang akan menimpa seseorang 99% berada dalam kendalinya, dan 1% adalah izin Tuhan.

Kesalahan yang paling fatal adalah anggapan bahwa nasib adalah sesuatu yang permanen. Ketika kita menganggap bahwa nasib itu permanen, maka sesungguhnya kita telah menutup pintu ke arah perbaikan. Ketika kita menyadari bahwa nasib berada di tangan kita, kita berubah menjadi powerful.

Tuhan melakukan intervensi di dunia dengan cara menciptakan hukum alam. Nasib ditentukan bagaimana kita merespons takdir. Bisa jadi takdir yang sama menimpa beberapa orang, tetapi respons yang berbeda akan mengantarkan kepada nasib yang berbeda.

Misalnya, orang yang diberikan kekurangan fisik yang sama. Ada orang yang mengeluh dengan kekurangannya dan tidak melakukan apa-apa. Namun ada juga orang yang dengan kekurangannya, berusaha memberikan yang terbaik bagi sesama. Meski takdir kedua orang ini sama, tapi nasib yang akan mereka terima berbeda karena respons atas takdir yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *