Understanding Intention

“Our intention creates our reality” -Wayne Dyer

Niat adalah sesuatu yang tersembunyi. Niat berada di relung hati yang dalam. Karena ketersembunyiannya itulah, seseorang tidak dapat dinilai atau dihakimi berdasarkan niatnya, melainkan dinilai atau dihakimi berdasarkan perbuatannya. We judge ourselves based on our intention, but people judge ourselves based on our action.

Kita menilai diri kita dari niat kita, tapi orang lain menilai kita dari pebuatan kita. Tapi, niat yang baik tidak serta merta menjadi tindakan yang baik. Bisa jadi niat yang baik justru melahirkan perbuatan yang dinilai tidak baik karena kekurangahlian seseorang dalam berkomunikasi.

Dilihat dari niat dan tindakan, ada 4 jenis orang:
1. Orang yang niatnya baik, tindakannya juga baik. Inilah orang baik.
2. Orang yang niatnya baik, tapi tindakannya tidak baik. Inilah orang yang kurang terampil, kurang ahli dalam berkomunikasi, atau lack of skill.
3. Orang yang niatnya tidak baik, tapi tindakannya baik. Inilah penipu. Orang seperti ini sungguh berbahaya karena perbuatannya yang kita nilai baik justru digunakan untuk mengelabui kita.
4. Orang yang niatnya tidak baik, tindakannya juga tidak baik. Inilah orang jahat.

Ada beberapa definisi tentang niat:
1. Intention is your reason for doing something. Niat adalah alasan Anda melakukan sesuatu. Tidak ada perbuatan yang terjadi tanpa didahului oleh niat. Niat memainkan peran yang sangat penting karena niat berada di belakang segala sesuatu, setiap perbuatan kita.
2. Intention is a mental state that represents a commitment to carrying out action in the future. Niat adalah sebuah kondisi mental yang mewakili komitmen untuk melakukan tindakan di masa yang akan datang.

Segala sesuatu diawali dari pikiran, kemudian pikiran melahirkan keinginan, selanjutnya keinginan melahirkan niat, dan yang terakhir niat melahirkan tindakan. Jadi, niat sudah bukan lagi pikiran dan keinginan, tetapi sudah dekat kepada perbuatan.

Analogi yang sederhana dari niat dapat kita gambarkan saat berkendara di jalan raya. Ketika kita ingin pindah jalur, kita akan menyalakan lampu sein. Menyalakan lampu sein sudah bukan lagi pikiran atau keinginan, tetapi niat kita untuk berpindah jalur.

Niat datangnya dari dalam hati dan terpancar melalui tubuh kita ke alam semesta. Seluruh anggota tubuh kita memiliki kemampuan untuk memancarkan sinyal dan gelombang yang berasal dari niat. Kemudian sinya dan gelombang niat tersebut akan menarik yang setara dengan kita.

You are not attracting what you want, but you are attracting what you are. Niat tersebut akan menarik orang-orang yang satu gelombang dengan kita. Bukan keinginan kita yang akan menarik energi di alam semesta ini, melainkan niat kita, siapa diri kita.

Sekalipun kita memanipulasi aksi kita, orang akan tetap akan menangkap “gelombang” niat kita. Niat yang tulus akan membuat seseorang melakukan sesuatu dengan kekuatan yang besar karena alam semesta akan mendukung diri kita. Sedangkan niat yang kotor akan membuat seseorang melakukan hal yang sama dengan kekuatan yang lemah karena alam semesta tidak lagi memberikan dukungannya pada diri kita.

Niat, meskipun tersembunyi di dalam hati, sangat mempengaruhi aksi kita, dan niat bisa berubah di tengah jalan. Niat itu adalah masalah leadership. Leadership berbicara tentang yang benar dan yang salah . Sementara action adalah masalah management.

Jika diibaratkan, leadership itu adalah kompas, management adalah jam. Jika kompasnya sudah benar, semakin cepat kita berjalan, semakin cepat sampai tujuan. Sebaliknya jika kompasnya salah, semakin cepat kita berjalan, kita akan semakin tersasar.

Untuk menjaga kemurnian niat, tanyakan pada diri kita, apa niat kita. Bila perlu tanyakan “Why” sebanyak 5 kali untuk menggali niat kita yang terdalam. Sukses dilihat dari tindakan. Bahagia dilihat dari niatnya.

Niat itu adalah keadaan diri kita ketika kita telanjang. Yang tahu niat kita hanya diri kita sendiri dan Tuhan. Ada 3 jenis niat:
1. Malicious intention atau niat yang buruk, niat untuk mencelakakan orang lain.
2. Selfish intention adalah niat yang mementingkan diri kita sendiri.
3. Good intention atau niay yang baik. Pastikan diri kita selalu memiliki niat yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *