Bored to Death

“Boredom: the desire for desires.” —Leo Tolstoy

Kita sering tidak bisa membedakan antara bosan, malas, dan lelah. Bosan selalu berkaitan dengan waktu. Malas berkaitan dengan mimpi; kalau kita tidak punya mimpi, kita pasti malas. Lelah berkaitan dengan energi.

Berbeda dengan lelah yang kehabisan energi, bosan justru kelebihan energi dan tidak tahu harus disalurkan ke mana. Bosan adalah sebuah tanda dari alam semesta bahwa ada sesuatu di dalam diri kita yang harus diperbaiki.

Bosan juga berbeda dengan kesal. Kesal adalah ketika kita mendapatkan sesuatu yang berbeda dengan harapan kita. Bosan sering kali disepelekan. Padahal bosan bisa amat sangat berbahaya. Jika dibiarkan berlarut-larut, bosan bisa menimbulkan depresi.

Ada 3 jenis bosan:

  1. Bosan yang bersifat teknis. Ini adalah jenis bosan yang paling ringan. Bosan jenis ini akan menerpa kita ketika kita tidak mendapatkan sesuatu yang baru. Ketika kita melakukan hal yang sama terus-menerus, maka akan tercipta habituasi atau kebiasaan. Ketika sesuatu sudah menjadi kebiasaan, maka neuron-neuron di otak kita tidak membuat sambungan baru, akibatnya kita akan kehilangan gairah. Untuk keluar dari jenis bosan ini, kita harus kreatif. Kita harus mencari dan menciptakan cara-cara baru dalam bekerja agar tidak tercipta habituasi.
  2. Bosan secara mental. Bosan jenis ini merupakan sinyal dari alam semesta bahwa kita harus “naik kelas”. Bosan seperti ini terjadi ketika keahlian kita lebih tinggi daripada tantangan yang kita hadapi. Untuk keluar dari jenis bosan ini, kita harus meningkatkan tantangan agar sepadan dengan keahlian kita.
  3. Bosan secara spiritual. Jenis bosan ini akan melanda kita ketika kita melakukan sesuatu yang tidak bermakna. Jika hal ini terjadi dalam pekerjaan kita, itu pertanda bahwa kita belum bekerja sesuai dengan calling kita. Sebaliknya, jika kita tidak pernah merasa bosan dalam melakukan pekerjaan kita, itu merupakan pertanda bahwa kita sudah menemukan makna dalam pekerjaan tersebut atau pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan calling kita.

Manusia adalah makhluk yang kontradiktif. Di satu sisi ia membutuhkan variasi, sesuatu yang baru agar tidak bosan. Namun, di sisi lain manusia membutuhkan kestabilan. Bayangkan jika Anda harus berganti-ganti pekerjaan setiap bulan, apa yang akan terjadi? Anda tentu tidak akan pernah mencapai kesuksesan.

Kebosanan adalah lawan dari kebahagiaan. The opposite of happiness is boredom. Happiness is meaningful moment. Boredom is meaningless moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *