I Can’t Make You Happy

“No person will make you happy unless you decide to be happy.” —Ralph Marston

Seorang suami sudah menjalankan kewajibannya dengan baik. Menafkahi, melindungi lahir dan bathin istrinya. Memenuhi semua kebutuhan istrinya. Apakah sang suami bertanggung jawab atas kebahagiaan sang istri?

Jawabannya mungkin mengagetkan Anda. Sang suami sama sekali tidak bertanggung jawab atas kebahagiaan sang istri. Bahkan, kalaupun sang istri tidak bahagia atas segala perjuangan sang suami, maka ketidakbahagiaan itu tidak mengganggu sang suami.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa hal itu terjadi? Jawabannya adalah karena sang suami tidak bisa membuat istrinya bahagia. He can’t make her happy. Satu-satunya orang yang bisa membuat sang istri bahagia adalah dirinya sendiri.

Tugas kita di dunia ini hakikatnya adalah melayani, apakah itu di rumah tangga, di kantor, di masyarakat, dan sebagainya. Persoalan apakah orang yang kita layani merasa bahagia atau tidak atas pelayanan kita, itu bukan lagi tanggung jawab kita.

Kita tidak bisa mengontrol kebahagiaan orang lain. Kalaupun kita memaksakan untuk mengontrolnya, maka kita akan frustrasi. Kebahagiaan adalah wilayah privat yang ditentukan oleh setiap orang untuk dirinya sendiri.

Setiap orang yang telah dewasa memiliki kekuatan untuk memilih. Termasuk memilih apakah dia akan merasa bahagia atau tidak. Ketika dia memilih untuk tidak bahagia, sesugguhnya dia tengah sakit. Orang yang sakit harus berobat.

Dengan kata lain, orang yang merasa tidak bahagia lah yang harus berubah. Bukan orang lain. Ketika seseorang tidak bahagia dengan pasangannya atau dengan atasannya di kantor, maka yang harus berubah adalah orang yang tidak bahagia, bukan pasangannya atau atasannya.

Kita harus bisa membedakan antara kebahagiaan kita dipengaruhi sesuatu (influenced by) dengan kebahagiaan kita ditentukan oleh sesuatu (determined by). Sebagai makhluk sosial, kebahagiaan kita mungkin saja dipengaruhi oleh sesuatu di luar kita.

Tapi kebahagiaan kita sama sekali tidak ditentukan oleh sesuatu di luar kita. Sebagai makhluk sosial, kita perlu berusaha untuk membuat orang lain bahagia, tapi apakah orang lain bahagia atau tidak dengan kita, itu bukan lagi tanggung jawab kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *