Jangan Jadi Diri Anda Apa Adanya

“If you are always trying to be normal, you will never know how amazing you can be” ―Maya Angelou

Banyak orang yang mengatakan bahwa kita harus menjadi diri kita apa adanya. Kalimat ini seolah-olah menjadi sebuah kebenaran. Padahal, kenyataannya tidaklah demikian. Tuhan menciptakan kita untuk menjadi yang terbaik, menjadi The Best Version of Ourselves. Saat kita menjadi versi kita yang terbaik, maka kita sudah menjalankan amanah yang dititipkan Tuhan kepada kita. Kita pun akan menjadi manusia yang berbahagi‎a.

Tuhan mengamanahi kita dengan segenap potensi untuk menjalankan misi-Nya di muka bumi. Hanya dengan menggali dan memaksimalkan potensi tersebut, kita akan menemukan maksud agung penciptaan kita dan memberdayakan diri kita untuk menjadi versi terbaik yang dikehendaki Tuhan.

Sayangnya, banyak kita yang terjebak dalam zona nyaman, menjadi diri kita apa adanya, sehingga kita enggan untuk menggali dan memaksimalkan potensi diri kita yang merupakan hadiah terindah dari Tuhan. Saat kita merasa betah dalam zona nyaman tersebut, hakikatnya kita sudah berhenti bertumbuh (flourish), dan kita telah kehilangan makna diri kita sebagai human being.

Human being, manusia yang menjadi lebih baik, terus bertumbuh, hingga mendekati kesempurnaan. Satu-satunya cara untuk menjadi manusia yang terus bertumbuh adalah memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita, dan tidak pernah puas menjadi kita apa adanya hari ini.

Kita hari ini harus lebih baik daripada kita yang kemarin, dan kita besok harus lebih baik daripada kita hari ini. Itulah rumus abadi pertumbuhan. Untuk terus tumbuh, kita harus mengenali potensi diri kita, kita harus mampu melihat sesuatu yang tidak terlihat, dan tidak terperangkap dalam masalah.

Dalam buku terbaru Arvan Pradiansyah, Happiness Cafe, dikisahkan perjalanan 11 tokoh luar biasa yang menginspirasi kita tentang bagaimana mereka memaksimalkan potensi yang dihadiahkan Tuhan kepada mereka. Mereka tidak menyalahkan keadaan atau terkungkung dalam masalah. Mereka adalah contoh riil orang-orang yang mampu melihat sesuatu yang tidak terlihat.

Sebutlah Jessica Cox, seorang perempuan belia yang terlahir tanpa kedua belah lengan. Namun, dia mampu memaksimalkan potensi lain yang ada dalam dirinya sehingga dia bisa menerbangkan dan mengantungi lisensi sebagai pilot pesawat. Bukan hanya itu, Jessica juga adalah pemegang sabuk hitam Taekwondo dari American Taekwondo Association.

Tokoh luar biasa lainnya adalah Ben Underwood yang mengalami kebutaan total sejak usia belia. Alih-alih berdiam diri dalam keterbatasannya tersebut, Ben justru berupaya untuk bisa melihat meski tanpa kedua mata. Hasilnya, Ben bisa berjalan tanpa bantuan alat atau orang lain, bersepeda, hingga memasukkan bola basket dalam keranjang.

Kemampuan melihat sesuatu yang tidak terlihat inilah yang dinamakan spiritualitas. Orang-orang yang spiritual mampu melihat “maksud Tuhan” di balik fenomena-fenomena yang ada. Pada hakikatnya, orang-orang seperti inilah yang mampu mensyukuri karunia Tuhan kepada diri mereka dan menjadi bahagia.

Pandangan Umum vs. Pandangan Spiritual

Dalam pandangan umum orang mengatakan bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun dalam pandangan spiritual dikatakan bahwa setiap orang itu unik dan memiliki kelebihan. Jessica Cox dan Ben Underwood adalah dua contoh orang yang unik dan memiliki kelebihan tersebut.

Mereka tidak hanya berhenti pada tataran spiritualitas yang mampu melihat sesuatu yang tidak terlihat, bahkan sampai pada mampu melakukan apa yang terlihat tidak mungkin dilakukan. Dengan keterbatasannya, Jessica Cox, Ben Underwood, dan sembilan tokoh lainnya yang dikisahkan dalam buku Happiness Cafe mampu melakukan sesuatu yang bahkan orang “normal” sekalipun belum tentu mampu melakukannya.

One comment

  1. Kemampuan melihat sesuatu yang tidak terlihat inilah yang dinamakan spiritualitas. Orang-orang yang spiritual mampu melihat “maksud Tuhan” di balik fenomena-fenomena yang ada. Pada hakikatnya, orang-orang seperti inilah yang mampu mensyukuri karunia Tuhan kepada diri mereka dan menjadi bahagia.
    Firman Allah Swt dalam Kitab suci Alqur’an ” Bersyukurlah kpd Ku maka akan Aku tambah nikmat Ku, Tapi jika engkau ingkar nikmat maka sesungguhnya Azab Ku sangatlah pedih “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *