Relationship

Hubungan yang indah terjadi berkat adanya kepercayaan, bukan kepentingan. Hubungan yang baik baru teruji kalau sedang ada masalah. Bila hubungan baik karena tidak ada atau belum ada masalah, hubungan itu rapuh, sebab belum membuktikan bahwa kedua pihak saling memahami. Karena itu adanya konflik dalam hubungan justru bagus, asal pemahaman kedua belah pihak terhadap orang tersebut lebih baik. Sebaliknya, kalau ada masalah, selesaikanlah relasi maupun hubungannya dengan orang bersangkutan. Selain memperlihatkan kualitas hubungan, sumber masalah merupakan sumber jawaban itu sendiri.

Ketika berkomunikasi, kita melakukan dua hal, yaitu:

  1. Pesan (message), bersifat eksplisit, dan bisa dianalisis
  2. Relationship, bersifat implisit, memperlihatkan apa hubungan di antara pihak yang berkomunikasi itu baik atau buruk.

Berhubungan jangan hanya ketika kita ada masalah, karena itu bisa membuat orang lain jadi merasa dimanfaatkan, bukan bermanfaat. Oleh karena itu, untuk memupuk hubungan, gunakan media yang ada, baik dari telepon, sosial media, aplikasi komunikasi, sapaan, bahkan kejutan-kejutan kecil. Jangan ada agenda ketika berkomunikasi, tidak berdasar kepentingan tertentu. Bukalah relasi dengan orang lain, karena kita bisa mendapat pengalaman hidup maupun pengalaman kerja dari orang bersangkutan, dan itu akan membuka berbagai kemungkinan, termasuk memperpanjang rezeki dan umur.

Orang yang memiliki hubungan baik besar kemungkinan akan lebih bersemangat, terlibat, memiliki passion, baik dalam kehidupan personal maupun di tempat kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *