Silence

Saat ini sesungguhnya kita hidup dalam dunia yang gaduh, dunia yang takut pada keheningan. Kita menyaksikan banyak orang yang tidak bisa jauh dari headphone dan smartphone mereka untuk sekadar mendengarkan musik.

Pada diri mereka tertanam anggapan bahwa kesunyian itu mencekam. Sesuatu yang menakutkan. Padahal, salah satu komponen terpenting Happiness adalah duduk sendirian, berdiam diri dalam keheningan sebab dalam keheningan itulah kita betul-betul akan merasa menjadi manusia yang utuh.

Orang yang tidak suka dengan keheningan, tidak bisa bahagia. Fitrah manusia adalah hening. Sebelum terlahir ke dunia, selama sembilan bulan kita berada dalam rahim ibu yang hening. Setelah meninggalkan dunia, kita pun kembali ke dalam pelukan bumi yang hening.

Kita bisa menilai kedekatan antara dua orang yang keduanya tidak kita kenal dari cara berbicara mereka. Apabila mereka berbicara dengan suara yang pelan, itu pertanda bahwa mereka berdua memiliki hubungan yang dekat.

Ciri lainnya adalah apabila sudah tidak ada yang dibicarakan, keduanya pun hening, diam. Namun bukan perasaan canggung yang muncul saat diam, melainkan perasaan nyaman.

Bukankah kedekatan direpresentasikan dengan suara berbisik? Bukankah dalam doa, kita diajarkan untuk merendahkan (volume) suara, seolah tengah berbisik kepada Tuhan. Bahkan, Tuhan hanya bisa didekati dalam hening.

Ketika kita berdoa kepada Tuhan, keheningan jauh lebih bermakna daripada kata-kata. Keheningan membawa pesan yang tidak bisa diwakili oleh kata-kata.

Paradigma manusia modern adalah human-doing, bukan human-being. Hidup manusia modern dijejali dengan kerja dan kerja, target, tujuan, dan sebagainya.

Padahal, sejatinya manusia adalah human-being. Human-being berbeda dengan human-doing. Ada dua hal yang harus diseimbangkan dalam hidup manusia atau human-being, yakni kreasi dan rekreasi.

Manusia harus berkreasi, menciptakan sesuatu, meninggalkan warisan bagi umat manusia. Dan itu dicapai dengan melakukan pekerjaan. Di sini lain, manusia juga membutuhkan rekreasi, me-recharge dirinya dan itu bisa dicapai dalam keheningan.

Kekuatan public speaking, keindahan musik terletak pada jeda atau pause di antara kata-kata atau not. Tanpa jeda, kata-kata akan kehilangan maknanya, dan not akan kehilangan keindahannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *