Arrogance

Arogansi adalah penyakit hati yang bisa menyerang siapa pun. Ketika kita sombong, kita tidak bisa bahagia. Ketika berbicara tentang sombong, kita seharusnya melihat ke dalam diri kita, bukan melihat ke luar atau orang lain.

Kalau Anda orang punya keunggulan, kehebatan, maka hati-hati bisa jadi Anda sudah sombong dalam stadium awal karena sombong itu adalah kelanjutan dari keunggulan.

Inti dari arogansi adalah merasa lebih. Ketika seseorang merasa dirinya lebih baik, lebih tinggi, lebih pintar, lebih berprestasi, maka dia telah terjebak dalam kesombongan. Puncak dari arogansi adalah melakukan penghinaan, pencemoohan kepada orang lain.

Orang yang menghina, mencemooh orang lain sesungguhnya tidak bahagia. Orang yang mengina orang lain adalah orang yang merasa insecure. Perasaan insecure memiliki dua pelarian: sombong dan minder. Jadi, sombong dan minder sesungguhnya berasa dari satu perasaan yang sama.

“It’s hard to be humble when you are the best.”

Agar terhindar dari sombong, kenali dirimu, kenali Tuhanmu. Segala kebaikan yang kita lakukan sesungguhnya bukan berasal dari diri kita, melainkan dari Tuhan. Kita hanyalah media, alat yang digunakan Tuhan untuk menyampaikan kebaikan tersebut.

Yang pantas untuk mendapatkan kredit atas kebaikan yang kita lakukan sesungguhnya bukan diri kita sendiri, melainkan Tuhan. Sebagai media, kita tidak pantas menerima kredit apa pun. []

 

Disarikan dari talkshow Smart Happiness “Arrogance” di Radio SmartFM bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional—Leadership & Happiness.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *