God at Work

“Pekerjaan sesungguhnya adalah sebuah cara untuk mengatakan, ‘Terima kasih, Tuhan,” dengan cara berkarya.” —Arvan Pradiansyah

Banyak orang yang datang ke tempat kerja, dan dia tidak menemukan Tuhan di sana. Ketika itu terjadi, pekerjaan pun menjadi kehilangan makna dan membosankan. Mereka datang ke tempat kerja hanya untuk menghabiskan waktu, menunggu tanggal-tanggal tertentu.

Orang yang bekerja karena uang sesungguhnya adalah orang yang tidak bahagia. Bekerja sejatinya bukan semata untuk mencari uang, mencari nafkah atau pun sesuap nasi. Ini adalah pandangan yang keliru.

Tujuan kita bekerja adalah untuk melayani. Kita bekerja karena kita menjalankan misi khusus yang diamanatkan Tuhan kepada kita. Dengan menyadari hal ini, maka paradigma lama yang menyatakan bahwa “kita bekerja untuk hidup” akan tertolak, dan kita akan memiliki paradigma baru bahwa “kita hidup untuk bekerja”.

Ya, Tuhan mengutus kita ke dunia ini tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk bekerja. Bahkan, Tuhan sendiri pun bekerja dan tak pernah beristirahat. Ketika kita menghadirkan Tuhan dalam pekerjaan, maka tidak ada lagi sekat antara urusan dunia dan urusan akhirat.

Untuk bisa menghadirkan Tuhan dalam pekerjaan, cukup tanyakan pada diri Anda sendiri, “Apakah pekerjaan saya sekarang melanjutkan pekerjaan Tuhan?” Jika jawabannya ya, maka Tuhan akan hadir dalam pekerjaan kita.

Seperti yang kita ketahui, Tuhan menciptakan alam semesta ini dengan berbagai potensi. Manusialah yang harus mengolah potensi tersebut agar bisa memberikan manfaat bagi alam semesta. Untuk itu, tidak ada jalan lain kecuali bekerja.

Sementara urusan uang atau gaji, maka itu hanyalah akibat dari pekerjaan kita. Sebabnya adalah bekerja, akibatnya adalah uang. Dengan memahami hal ini, maka kita akan bekerja dengan penuh kesadaran dan kebahagiaan.

Kita bekerja bukan untuk uang, tapi untuk melayani sesama karena untuk itulah kita dihadirkan oleh Tuhan ke dunia ini. Dan dampak dari pekerjaan itu, kita mendapatkan uang. Bukan sebaliknya, uang menjadi penyebab kita bekerja. Bila itu yang dilakukan, maka kita tidak akan pernah bahagia dalam pekerjaan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *