Happiness at Work

“Waktu produktif kita paling banyak dihabiskan di kantor, karena itu kita harus bahagia di tempat kerja,” begitu kata Arvan Pradiansyah, narasumber talkshow Smart Happiness, saat membahas topik “Happiness at Work” (kebahagiaan di tempat kerja).

Topik ini terkait dengan rencana Arvan untuk mengisi seminar empat jam yang diadakan oleh ILM (Insitute for Leadership and Life Management) berjudul “I Love Monday” pada Sabtu, 28 Januari 2012, di Jakarta. Sebagai konsultan yang telah memberi sesi motivasi kepada ribuan orang di ratusan perusahaan nasional maupun multinasional, Arvan prihatin dengan banyaknya orang yang tidak bahagia di tempat kerja. Di antara para pendengar yang sharing, mereka mengaku kebahagiaan di tempat kerjanya tidak maksimal. Ada saja yang membuat kebahagiaan terganggu, terutama faktor luar mulai dari lingkungan kerja, politik kantor, atasan, situasi yang tidak kondusif, dan lain-lain. Orang juga bisa tidak bahagia karena merasa meaningless atas pekerjaannya.

Arvan yang juga penulis buku best seller The 7 Laws of Happiness menyatakan alangkah rugi jika kita menghabiskan banyak waktu bekerja dengan ketidakbahagiaan. Fakta yang disodorkan oleh Managing Director ILM ini cukup mengejutkan: tempat kerja (kantor, perusahaan, pabrik) merupakan lingkungan yang sering membuat hormon negatif dalam tubuh manusia meningkat.

“Kunci bahagia dalam bekerja harusnya didapat dari pekerjaan itu sendiri,” demikian ungkap Arvan. Faktor lain hanya menunjang, baik itu berupa gaji, fasilitas kantor, pertemanan dengan rekan kerja, dan lain-lain. Meraihnya ialah dengan do what you love (melakukan apa yang Anda cintai). Kalau belum ada kesempatan melakukan itu, love what you do (cintailah yang Anda kerjakan).

Orang yang mengerjakan apa yang dicintainya (hobi) menjadi pekerjaan lebih berpeluang untuk bahagia dan sukses. Sudah banyak buktinya. Mereka jadi lebih kreatif, produktif, dan jarang sakit. Di tempat kerja, kebahagiaan memang harus produktif. Bahkan motivator yang dijuluki “The Happiness Inspirator” ini menyatakan, “Bekerja ialah untuk membahagiakan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *