Mengatasi Rasa Iri

Meskipun iri merupakan hak, perasaan ini bisa merusak kebahagiaan kita. Rasa iri mengeluarkan energi negatif yang apabila kita keluarkan akan berubah menjadi dengki, namun apabila kita simpan sendiri, energi negatif tersebut akan merusak diri kita sendiri. Rasa iri ibarat api yang membakar kebahagiaan diri kita.

Untuk menguji apakah Anda dihinggapi rasa iri atau tidak, ajukan pertanyaan pada diri Anda sendiri: Apakah keberuntungan orang lain membuat Anda bahagia atau tidak? Jika jawabannya ya, berarti Anda adalah orang yang memiliki cinta. Sebaliknya, jika jawabannya tidak, atau bahkan keberuntungan orang lain justru membuat kita tidak nyaman, berarti di dalam diri Anda tumbuh rasa iri.

Ketika kita iri kita berfokus pada counting blessing orang lain, dan lupa counting blessing diri kita sendiri. Iri merupakan deklarasi kepada dunia bahwa diri kita mengidap inferioritas. “Envy is a declaration of inferiority,” ujar Napoleon Bonaparte.

Rasa iri bersumber dari dua hal: keinginan dan ketidakmampuan. Memiliki keinginan merupakan hal yang wajar, dan merupakan sinyal dari alam semesta bahwa kita mampu melakukan pekerjaan yang kita irikan. Demikian pula ketidakmampuan yang sesungguhnya hal yang wajar. Hanya saja cara kita merespons kedua keadaan ini akan sangat menentukan apakah kita bahagia atau tidak.

Cara pertama untuk menanggulangin rasa iri adalah mengakui bahwa Anda Anda iri pada seseorang. Dengan pengakuan tersebut, Anda sesungguhnya sudah membuka jalan untuk mengatasi rasa iri yang bersemayam dalam diri Anda.

Sumber kedua dari rasa iri adalah ketidakmampuan. Akui juga ketidakmampuan Anda, kemudian tingkatkan diri Anda dengan belajar dengan orang yang menjadi objek rasa iri Anda. Akui diri Anda lebih rendah dibandingkan dengan orang yang mejadi objek rasa iri Anda. Jika kita mengakui diri kita apa adanya, orang akan bisa memaklumi diri Anda

Orang yang menjadi objek rasa iri Anda sesungguhnya merupakan role model buat Anda. Jangan membenci orang yang menjadi objek rasa iri Anda sebab bagaimana mungkin Anda bisa belajar dari orang yang Anda benci?

Katakan kepada orang yang menjadi objek rasa iri Anda bahwa Anda iri dengan pencapaian orang tersebut, dan katakan bahwa Anda ingin belajar dari dirinya. []

 

Disarikan dari talkshow Smart Happiness “Mengatasi Rasa Iri” di Radio SmartFM bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional—Leadership & Happiness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *