Galau

 

Orang yang galau adalah orang yang kehilangan arah karena mengalami disorientasi. Ada 3 tingkatan dalam kondisi pikiran manusia, khawatir (worried), cemas (anxious), dan galau (confused).

Setiap perasaan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita sesungguhnya ada maksudnya. Perasaan khawatir adalah pertanda bahwa ada bahaya untuk kita hindari.

Orang yang khawatir tahu masalahnya dan tahu solusinya. Orang yang cemas tahu masalahnya tapi tidak tahu solusinya. Orang yang galau tidak tahu masalahnya dan tidak tahu solusinya.

Jika dirumuskan, Galau atau Confusion = (Uncertainty x Powerlessness) – Clarity. Galau adalah ketidakpastian dikali ketidakberdayaan dikurangi kejelasan.

Kalau hanya uncertainty dikali powerlessness yang dihasilkan hanya perasaan khawatir. Semakin tinggi tingkat kejelasan, semakin rendah kegalauan yang kita rasakan.

Orientasi galau selalu 2: galau terhadap masa lalu dan galau terhadap masa depan. Galau terhadap masa lalu itu percuma karena masa lalu tidak akan pernah bisa berubah.

Filsuf Milton H. Ericson pernah mengatakan, “Enlightenment is always preceded by confusion.” Itu artinya galah itu bagus jika kota berorientasi ke masa depan.

Galau terhadap masa depan akan memaksa kita untuk berfikir dan mencari jalan keluar. Galau terhadap masa depan berorientasi action atau tindakan. Sementara galau terhadap masa lalu tidak akan menghasilkan hari yang lebih baik seperti yang dikatakan Charles Kettering, “You can’t have a better tomorrow if you are thinking about yesterday all the time.”

Galau terjadi karena uncertainty yang tinggi. Untuk keluar dari kegalauan kita harus mencari banyak informasi. Powerlessness adalah perasaan tak berdaya. Untuk keluar dari powerlessness kita harus melakukan action sekecil apa pun.

Jika Anda merasa galau, jangan paksakan diri Anda mencari jalan keluar. Tetapi carilah jalan ke dalam. Caranya, jauhkan diri Anda sejenak dari permasalahan. Lihatlah permasalahan dari jauh. Albert Einstein pernah mengatakan, “I used to go away for weeks in a state of confusion.”

Semakin tidak jelas sebuah masalah, ambillah jarak dari masalah tersebut. Tenangkan diri Anda, ambil jarak dengan masalah yang Anda hadapi. Berdoa dan bermeditasi. Segala sesuatu yang tidak dimulai, tidak akan pernah selesai.

 

Disarikan dari takshow Smart Happiness “Galau” di Radio SmartFM bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional—Leadership & Happiness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *