QnA: Anger Management

Apakah marah itu hal yang buruk?

Tidak, justru sebaliknya, marah adalah hal yang baik jika dilakukan dengan tepat. Marah adalah anugerah dari Tuhan sebagai mekanisme perlindungan diri kita.

 

Apa yang dilindungi dengan marah?

Setiap orang memiliki batasan dalam hidupnya. Batasan-batasan tersebut antara lain: harga diri, kebutuhan, keinginan, cita-cita, rasa keadilan, dan sebagainya. Ketika ada orang lain yang berusaha mengusik batasan tersebut, maka reaksi alami kita adalah marah.

 

Tapi, bukankah ada orang yang bisa marah?

Semua orang selalu berurusan dengan marah. Hanya saja penampakan fisik dari marahnya yang berbeda. Ada orang yang menampakkan kemarahannya secara agresif. Orang seperti ini kita sebut pemarah. Tapi ada juga orang yang menampakkan kemarahannya secara pasif dengan cara menarik diri, menjauh, mendiamkan, dan sebagainya. Tipe kedua ini sesungguhnya lebih menyakitkan dari yang pertama.

 

Banyak orang yang berpandangan bahwa orang yang tidak bisa marah itu baik. Bagaimana menurut Anda?

Orang yang tidak bisa marah sesungguhnya memendam kemarahannya dan tidak menampakkannya kepada orang lain. Orang-orang seperti ini beranggapan bahwa kemarahan bisa merusak reputas dan kredibilitas dirinya. Padahal, perilaku memendam kemarahan ini bisa sangat berbahaya karena seperti menyimpan bom waktu yang bisa meledak setiap saat, dan menjadi sulit untuk dikendalikan.

 

Bagaimana cara marah yang baik?

Tampakkan kemarahan Anda agar orang lain tahu ada batasan diri Anda yang dilanggar. Tegaskan batasan diri Anda, tapi jangan melompat keluar dan menyerang batasan diri orang lain. Jika itu yang terjadi, Anda bukan lagi marah, melainkan marah-marah.

 

Ketika kemarahan memuncak dan menguasai diri kita, apa yang harus dilakukan?

Di dalam diri kita terdapat dua hal yang mesti seimbang: pikiran dan perasaan. Marah adalah perasaan. Ketika kemarahan memuncak, itu berarti perasaan lebih besar daripada pikiran. Konsekuensinya kita menjadi tidak bisa berpikir. Saat itu, kita bisa saja melakukan sesuatu tanpa berpikir, dan ini sangat berbahaya. Ketika kemarahan kita memuncak, segera turunkan perasaan kita, dan naikkan pikiran kita agar kembali seimbang. Caranya, menjauh dari area yang membuat Anda marah, tenangkan diri, tarik napas Anda dalam-dalam. Ketika semua sudah mereka, Anda bisa melanjutkan kemarahan Anda tanpa harus larut dan dikuasai oleh perasaan Anda.

 

QnA di atas disarikan dari talkshow Smart Happiness “A” di Radio SmartFM bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional—Leadership & Happiness. Jika Anda memiliki pertanyaan yang belum terjawab, silakan tinggalkan komentar di bawah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *