Suicide & The Meaning of Life

“The sole meaning of life is to serve humanity.” ~Leo Tolstoy

Ada banyak penderitaan yang memicu seseorang melakukan aksi bunuh diri. Namun penderitaan hanyalah background bagi orang dalam melakukan aksi bunuh diri. Sebab ada orang lain yang juga merasakan penderitaan yang sama, namun tetap bisa hidup berbahagia.

Faktor penyebab bunuh diri adalah berpadunya 4 hal dalam diri seseorang. Ke-4 hal tersebut adalah: feeling hopeless, feeling meaningless, feeling lonely, dan fearless. Feeling meaningless adalah ketika seseorang merasa keberadaannya di dunia ini sudah tak berarti lagi.

Orang yang feeling meaningless adalah mereka yang tidak menemukan makna hidup mereka. Siapa pun yang tidak memahami makna hidup, rentan untuk melakukan bunuh diri. Orang-orang yang tidak menemukan makna hidupnya akan mudah frustrasi.

Kebanyakan orang setiap hari hanyalah mencari “makan”, bukan mencari “makna”. Selama kita bisa menemukan makna hidup, kita tidak akan bunuh diri. Apakah itu kebahagiaan atau penderitaan yang datang, pasti ada maknanya.

Selama kita bisa memaknai kebahagiaan atau penderitaan, kita tidak akan merasa meaningless. Kisah nyata tentang penemuan makna hidup dilakukan oleh Viktor Frankl, psikolog yang ditawan oleh Nazi. Selama berada di kamp konsentrasi, Viktor Frankl berhasil menyelamatkan tawanan lain yang ingin bunuh diri dengan mengajak mereka menemukan makna hidup mereka.

Kemiskinan saja tidak cukup untuk membuat orang putus asa jika bisa menemukan makna di balik kemiskinan. Ada banyak makna hidup, seperti hedonisme, altruisme, materalisme, sensasionalisme, dll. Apa pun makna hidup yang diyakini seseorang, mereka memiliki tujuan hidup.

Untuk menemukan makna hidup, kita harus menjawab pertanyaan untuk apa kita ada di dunia ini? Kita ada di dunia karena dikirim oleh Tuhan. Untuk apa kita dikirim, hanya Sang Pengirim-lah yang tahu. Tuhan, yang mengirimkan kita ke dunia, telah menanamkan pesan-Nya di dalam diri kita masing-masing.

Tugas kita adalah menemukan pesan tersebut. Dengan demikian, kita mengetahui tujuan hidup kita. Makna hidup kita bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu. Tuhan mengirimkan kita ke dunia ini karena dunia membutuhkan kita. Jika dunia tidak membutuhkan kita, kita tidak akan ada di dunia ini.

Temukan apa yang dibutuhkan dunia dari diri Anda, itulah calling Anda. Ketika kita bisa menemukan makna hidup, kita akan merasakan gembira. Awal dari bunuh diri adalah perasaan bosan. Bosan bukanlah melakukan sesuatu secara berulang-ulang, tapi melakukan sesuatu yang tidak bermakna. []

Disarikan dari talkshow Smart Happiness “Suicide & The Meaning of Life” di Radio SmartFM bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional di bidang Leadership & Happiness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *