Theoretical Love

“Salah satu unsur terpenting dalam happiness adalah Love. Ketika bicara hubungan antar manusia yang membahagiakan, itu adalah hubungan yang didasarkan pada kasih sayang. Berbeda dengan hubungan yang menciptakan kesuksesan yang didasarkan pada win – win . Karena ketika kita berbicara mengenai win – win itu hanyalah konsep hitung – hitungan. Dan sesuatu yang didasari dengan win – win akan terasa kering, untuk itu tingkatkanlah hubungan yang didasari win – win menjadi Love.”

Demikian yang diungkapkan oleh Arvan Pradiansyah, Happiness Inspirer Indonesia di awal talkshow Smart Happiness yang berjudul “Theoretical Love” pada tanggal 14 Februari 2014 di Smart FM Network.

Motivator kebahagiaan dan Managing Director ILM ini mengungkapkan “Cinta itu terbagi menjadi dua, yang pertama adalah Cinta Birahi yaitu cinta yang masih hitung – hitungan, cinta yang masih mementingkan diri sendiri dan yang kedua adalah Kasih yaitu sesuatu yang tanpa syarat, sesuatu yang lebih berfokus kepada orang lain bukan kepada diri kita sendiri. Ketika kita berbicara mengenai love, ada 4 tipe manusia yang berkaitan dengan love. Pertama adalah Orang yang “Love Without Giving”, dan itu adalah Theoretical Love, Cinta yang diberikan hanyalah sebuah teori karena apabila kita mencintai tanpa memberi itu hanyalah sebuah teori. Kedua adalah Orang yang “Give Without Loving”, Orang yang memberi tanpa didasarkan kasih hanyalah sebuah Transaksional dan mereka biasanya adalah hidden agent. Ketiga adalah Orang yang “Loving and Giving”, Kita bisa memberi tanpa Cinta, tetapi kita tidak bisa mencintai tanpa memberi. Keempat adalah orang yang “Not Loving and Not Giving”, itu adalah orang yang asocial, orang yang tidak mau terlibat dengan kehidupan ini padahal sesungguhnya apabila kita ingin terlibat dalam kehidupan ini haruslah dijalani dengan kebersamaaan, cinta, kasih dan saling memberi.”

Di akhir talkshow, Penulis buku best seller You Are A Leader  yang juga akan menyelenggarakan Public Workshop “You Are A Leader” pada tanggal 19 Maret 2014 ini menambahkan “Untuk itu kita kita harus memastikan bahwa apa yang kita berikan kepada orang lain haruslah lebih besar dari apa yang orang lain berikan kepada kita dan kebanyakanan orang takut memberi hanya karena takut kehilangan, justru sebaliknya semakin banyak kita memberi maka semakin banyak yang akan kita dapatkan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *