Feedback: Good News or Bad News?

“Biasanya ketika kita berbicara feedback itu dalam konteks hubungan atasan dan bawahan. Namun dalam hal ini kita meninjau feedback dari sudut pandang yang berbeda, karena sesungguhnya feedback adalah mekanisme yang diciptakan oleh Tuhan untuk membuat manusia itu selalu dalam kebaikan, kesuksesan, dan kebahagiaan.”

Demikian yang diungkapkan oleh Arvan Pradiansyah, Happiness Inspirer Indonesia di awal talkshow Smart Happiness yang berjudul “Feedback: Good News or Bad News?” pada tanggal 7 Desember 2012 di Smart FM Network.

Managing Director Institute for Leadership and Life Management (ILM) ini juga menambahkan, “Feedback adalah sebuah pengingat, agar kita selalu sadar dan merubah diri kita. Tujuan feedback adalah memaksa diri kita untuk mengeluarkan potensi terdahsyat yang saat ini masih terpendam (calling) dalam diri kita. Untuk dapat membuat feedback itu baik kita harus lebih sensitif, empati dan terlebih kita harus memperhatikan.”

Di akhir talkshow, penulis buku I Love Monday ini mengungkapkan, “Feedback terbaik adalah yang dalam diri kita. Caranya yaitu kita harus lebih banyak mendengarkan diri kita sendiri, instropeksi diri kita sendiri. Orang yang paling baik adalah orang yang bisa menciptakan mekanisme feedback dalam diri, yaitu ketika melakukan kesalahan, sebelum orang lain lihat, alarm dalam dirinya (hati nuraninya) sudah berbunyi. Tetapi kalau kita belum bisa menciptakan mekanisme internal dalam diri kita, maka ciptakanlah mekanisme eksternal, caranya dengan memanfaatkan orang-orang di sekeliling kita untuk memberikan informasi yang benar tentang diri kita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *